Regalia News – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam pesan utama kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).
Keenam pesan tersebut menjadi arah pembinaan Polri agar semakin profesional, modern, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus dijaga oleh setiap anggota Polri.
Menurutnya, polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, serta melindungi rakyat.
“Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi.
Kedua, jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan.
“Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat,” ujar Presiden.
Presiden juga mengingatkan bahwa seluruh fasilitas dan perlengkapan yang dimiliki aparat berasal dari rakyat sehingga harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
Pesan ketiga yang disampaikan Presiden adalah pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan.
Kepala Negara meminta seluruh personel Polri berani membela kebenaran, melindungi kelompok yang lemah, dan tidak gentar menghadapi tekanan dalam menjalankan tugas.
Ketiga, tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah.
“Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Presiden.
Menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang, Presiden menekankan perlunya peningkatan profesionalisme melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurutnya, aparat penegak hukum harus terus belajar agar mampu menghadapi berbagai bentuk kejahatan masa kini maupun masa depan.
Keempat, terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan. Kuasai teknologi. Kuasai kecerdasan buatan.
“Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang andal,” ucap Presiden.
Selain itu, Presiden menggarisbawahi pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga.
Ia menilai keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat dicapai Polri sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi dengan TNI.
Serta pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pelaku usaha, petani, nelayan, buruh, serta seluruh elemen bangsa.
“Kelima, perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Polri harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat.
Beserta bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia,” tutur Presiden.
Sebagai pesan terakhir, Presiden mengajak seluruh insan Bhayangkara untuk terus melakukan pembenahan internal dengan menjunjung tinggi sikap rendah hati dan keterbukaan terhadap perubahan.
Menurut Presiden, institusi yang kuat adalah institusi yang terus berbenah demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik.
“Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” pungkas Presiden.
Melalui enam pesan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa masa depan Polri bergantung pada kemampuannya menjaga kepercayaan publik.
Menegakkan hukum secara adil, meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi nasional.
Serta terus melakukan pembenahan demi menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan menjaga stabilitas nasional.
Sumber : Setkab RI

