Regalia News – Kawasan wisata Lagoi menjadi fokus penguatan sistem keamanan setelah Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Tim Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) resmi memulai rangkaian kegiatan klarifikasi hasil risk assessment (penilaian risiko), Selasa (14/04/2026).
Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan kepastian standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, di salah satu destinasi unggulan nasional tersebut.
Kegiatan audit dipimpin langsung oleh Ketua Tim Mabes Polri, Eduward Pardede, dengan melibatkan Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Kepulauan Riau serta pihak pengelola kawasan, PT Bintang Resort Cakrawala.
Dalam arahannya, Eduward menegaskan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan pengelola kawasan wisata menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang tangguh dan berdaya saing global.
“Keamanan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam industri pariwisata kelas dunia. Melalui klarifikasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap potensi risiko telah dimitigasi dengan baik. Kami mengapresiasi keterbukaan pihak pengelola dalam mengikuti standar pengamanan objek vital nasional,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan komprehensif dari manajemen BRC terkait tindak lanjut hasil penilaian risiko sebelumnya.
Selanjutnya, tim Baharkam Polri melakukan tinjauan lapangan secara langsung ke sejumlah titik vital guna memvalidasi kondisi pengamanan di lapangan.
Selain pemeriksaan fisik, tim juga melakukan pendalaman terhadap kelengkapan dokumen pengamanan.
Evaluasi difokuskan pada dua aspek utama, yakni infrastruktur keamanan serta sistem pengamanan yang mencakup Standar Operasional Prosedur (SOP), kesiapsiagaan personel, dan integrasi sistem pengamanan kawasan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat utama Ditpamobvit Polda Kepri serta manajemen PT BRC, termasuk GM Admin/Finance Hebron Habeahan dan GM Ops/Infrastruktur Prakash Nair.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen bersama dalam menjaga reputasi Lagoi sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.
“Target kita jelas, yaitu memberikan rasa aman tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung. Jika sistem pengamanannya kuat, maka kepercayaan wisatawan akan terus meningkat,” tambah Eduward.
Hingga pukul 18.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berjalan lancar sesuai rencana.
Proses audit dan klarifikasi ini akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan untuk menghasilkan rekomendasi akhir yang komprehensif, guna memperkuat sistem pengamanan objek wisata strategis di wilayah Kepulauan Riau.
Sumber : Humas Polri

