Regalia News — Kawasan Monumen Nasional dipenuhi gelombang semangat para buruh dari berbagai penjuru Tanah Air yang datang untuk memperingati Hari Buruh Internasional.
Sejak dini hari, ribuan pekerja telah memadati area, membawa harapan serta cerita perjuangan mereka masing-masing.
Maryadi, seorang pekerja pabrik makanan asal Serang, Banten, menjadi salah satu yang tiba lebih awal.
Baginya, momentum May Day bukan sekadar peringatan, tetapi juga ruang untuk melihat perkembangan nyata bagi kaum pekerja.
Ia berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang meringankan beban hidup buruh.
“Dari kaum buruh sih, mempermudah segalanya ya. Dari segi pendidikan kita murah. Terus dari bahan pokok juga kita nggak terlalu melejit banget.
Ya intinya semua terjangkau lah buat buruh, khususnya kaum bawah,” ujar Maryadi.
Dari Jawa Barat, Sumarsih, buruh tekstil asal Cimahi, hadir bersama rombongan besar.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prabowo Subianto dalam peringatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran kepala negara menjadi bentuk perhatian terhadap aspirasi buruh.
“Luar biasa, terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah berkenan menghadiri perayaan Hari Buruh kita,” ujar Sumarsih.
Ia juga menegaskan pentingnya keberlanjutan perjuangan buruh agar berbagai tuntutan dapat terealisasi.
“Dengan May Day ini semoga perjuangan-perjuangan yang selama ini kita gembar-gemborkan bisa terealisasi sesuai dengan cita-cita buruh kita semua,” imbuhnya.
Sementara itu, Juwita, seorang pekerja rumah tangga asal Pringsewu, Lampung, menempuh perjalanan panjang bersama puluhan rekannya menggunakan bus demi mengikuti peringatan di ibu kota.
Kehadirannya dilandasi antusiasme untuk melihat langsung Presiden sekaligus menyampaikan harapan bagi masa depan pekerja.
“Sangat bahagia sekali bisa ke sini berbondong-bondong. Pengen lihat Pak Presiden Prabowo. Saya ingin kinerjanya lebih baik lagi. Saya bangga dengan Pak Presiden,” ujar Juwita.Jakarta, 1 Mei 2026
Ragam kisah dari Serang, Cimahi, hingga Lampung yang bertemu di kawasan Monumen Nasional menggambarkan denyut kehidupan buruh Indonesia yang penuh kerja keras, harapan, dan semangat kolektif.
Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini tidak sekadar menjadi perayaan, melainkan panggung aspirasi rakyat pekerja yang terus hidup dan menguat.
Sumber : Setkab RI

