Regalia News – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia resmi mencanangkan Gerakan Nasional Migran Aman di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Langkah strategis ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memperkuat pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara terintegrasi.
Mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Kepala Kantor Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Serta Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq.
Turut mendampingi Menteri P2MI Mukhtarudin, yakni Wakil Menteri P2MI Cristina Aryani, Dzulfikar Ahmad Tawalla, serta Sekjen KP2MI Dwiyono.
Hadir pula perwakilan dunia usaha dan asosiasi ketenagakerjaan yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun virtual bersama jajaran BP3MI di seluruh Indonesia.
Sebelum pencanangan dimulai, diputar video arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan bahaya penempatan pekerja migran secara ilegal.
Presiden mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji sindikat penyalur nonprosedural yang berisiko tinggi terhadap keselamatan PMI di negara tujuan.
Dalam sambutannya, Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan bahwa pembentukan Kementerian P2MI merupakan transformasi kelembagaan dari BP2MI.
Menjadi kementerian yang menjalankan fungsi operator sekaligus regulator sesuai amanat Perpres Nomor 139 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 90 Tahun 2024.
Menurutnya, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pemerintah meningkatkan kualitas pelindungan PMI secara menyeluruh.
Serta mengoptimalkan penempatan tenaga kerja migran terampil, medium skill, hingga high skill.
Mukhtarudin menegaskan bahwa pekerja migran bukan sekadar angka statistik, melainkan pejuang ekonomi keluarga yang memberikan kontribusi besar bagi negara.
Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi PMI sepanjang 2025 mencapai Rp288 triliun.
Ia menyebut dampak remitansi semakin terasa ketika dikelola secara produktif oleh para purna PMI yang kembali ke daerah dengan membawa keterampilan dan modal usaha di berbagai sektor, mulai dari pertanian, kuliner, industri kreatif, hingga pendidikan.
Selain memperkuat edukasi, Kementerian P2MI juga menegaskan komitmen penegakan hukum.
Sepanjang Januari hingga April 2026, kementerian berhasil menggagalkan keberangkatan ilegal terhadap 1.353 calon pekerja migran di berbagai titik perbatasan.
Selain itu, sebanyak 4.213 konten digital berbahaya berhasil diturunkan dan 1.173 aduan PMI telah ditangani.
Gerakan Nasional Migran Aman dijalankan melalui lima strategi utama, yakni penyebaran informasi secara masif, mitigasi risiko dan deteksi dini.
Penguatan kolaborasi lintas sektor, edukasi berbasis desa melalui program Desa Migran Emas, serta pelibatan purna PMI sebagai agen perubahan di masyarakat.
Hingga kini, pemerintah telah menetapkan 669 Desa Migran Emas di seluruh Indonesia sebagai garda terdepan pelindungan dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat desa.
Mukhtarudin juga meminta pemerintah daerah, kepala desa, tokoh agama, media massa, hingga pegiat digital untuk aktif menyuarakan pentingnya migrasi aman agar masyarakat tidak terjebak bujuk rayu sindikat ilegal.
Menutup sambutannya, Menteri Mukhtarudin secara resmi meluncurkan Gerakan Nasional Migran Aman sebagai gerakan kolektif untuk menjaga harkat dan martabat PMI di luar negeri.
Usai acara, KP2MI menyerahkan secara simbolis Kartu Elektronik Pekerja Migran Indonesia (E-PMI) kepada tiga calon pekerja migran.
Kartu tersebut menjadi simbol penguatan sistem pelindungan hukum, sosial, dan ekonomi berbasis layanan digital terintegrasi.
Dalam kesempatan itu, Dudung juga berdialog langsung dengan salah satu calon pekerja migran asal Indramayu dan berpesan agar para PMI selalu menjaga nama baik bangsa Indonesia selama bekerja di luar negeri.
“Jaga nama baik bangsa dan negara,” tegas Dudung kepada calon pekerja migran tersebut.
Sumber : Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

