Regalia News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air setelah merampungkan rangkaian lawatan luar negeri ke tiga negara sahabat, yakni Inggris, Swiss, dan Prancis. Pesawat yang membawa Kepala Negara beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (24/1/2026), sekitar pukul 17.30 WIB.
Ketibaan Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.
Selama berada di Inggris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting, di antaranya pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.
Presiden juga menghadiri forum bisnis dan investasi yang digelar oleh Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy.
Kunjungan tersebut menghasilkan berbagai capaian strategis yang berdampak langsung bagi kepentingan nasional.
Sejumlah hasil konkret antara lain kesepakatan kemitraan strategis baru Indonesia–Inggris, komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling, kerja sama di sektor maritim, serta penguatan kolaborasi di bidang pendidikan tinggi.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Inggris merupakan mitra penting bagi Indonesia, terutama karena keunggulannya di bidang teknologi dan keuangan.
Menurut Presiden, kemitraan ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperoleh manfaat dari transfer teknologi dan penguatan kapasitas pembiayaan.
“Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Presiden Prabowo di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).
Rangkaian lawatan kemudian dilanjutkan ke Swiss. Di negara tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pidato pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos.
Dalam pidatonya, Kepala Negara memaparkan berbagai gagasan ekonomi serta capaian pembangunan nasional selama satu tahun masa kepemimpinannya.
Di sela kegiatan WEF, Presiden Prabowo juga menandatangani Board of Peace (BoP) Charter yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP sebagai momentum bersejarah dan peluang nyata untuk mendorong perdamaian global, khususnya bagi Palestina.
“Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Presiden Prabowo.
Sebelum kembali ke Indonesia, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan kunjungan singkat selama sekitar tujuh jam ke Paris, Prancis, untuk memenuhi undangan jamuan santap malam pribadi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée.
Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Prancis di berbagai sektor strategis.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh agenda kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selalu diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia.
“Bapak Presiden ke luar negeri selalu ingin ada hasil konkret, ada produk, dan ada dampak positif bagi Indonesia,” ujar Seskab Teddy di Inggris, Rabu (21/1).
Kepulangan Presiden Prabowo menandai berakhirnya rangkaian diplomasi intensif yang memperkuat posisi Indonesia di panggung global sekaligus membawa pulang kerja sama strategis untuk mendukung pembangunan nasional.
Sumber : Setkab RI

