Regalia News – Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Republik Korea membuahkan hasil signifikan dalam memperkuat sektor perekonomian nasional, khususnya di bidang investasi.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara dengan nilai mencapai 10,2 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp173 triliun.
Capaian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menghadiri forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul, Rabu (1/4/2026).
Ia hadir mewakili Presiden bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani.
Menurut Airlangga, kerja sama investasi itu mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi dan transisi hijau seperti tenaga surya, carbon capture and storage (CCS), hingga energi terbarukan.
Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur, termasuk baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan.
“Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI, properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, serta kerja sama bisnis antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Korea Chamber of Commerce and Industry,” ujar Airlangga.
Sejumlah perusahaan besar Korea Selatan turut memperkuat komitmen investasinya di Indonesia, di antaranya POSCO yang akan mengembangkan industri baja, serta Lotte Group yang membuka peluang kolaborasi investasi bersama Danantara.
Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa capaian dari Korea Selatan melengkapi hasil kunjungan Presiden Prabowo sebelumnya ke Jepang yang menghasilkan komitmen investasi sebesar USD 23,6 miliar atau sekitar Rp401 triliun.
Dengan demikian, total komitmen investasi dari dua negara tersebut mencapai sekitar Rp574 triliun.
Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Pemerintah pun berkomitmen untuk terus memperbaiki iklim investasi melalui mekanisme debottlenecking guna mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha.
“Pembicaraan berlangsung sangat positif dan sejalan dengan pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Korea Selatan, yang menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara,” tambah Airlangga.
Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, mempercepat transformasi industri, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global di berbagai sektor strategis.
Sumber : Setkab RI

