Regalia News – Pemerintah Kota Tanjungpinang memulai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat kelurahan guna memastikan perencanaan pembangunan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini berbeda dari pola nasional yang umumnya dimulai dari tingkat kecamatan.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan Musrenbang tingkat kelurahan memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang benar-benar mereka hadapi di lingkungannya.Kamis (29/1).
“Musrenbang di tingkat kelurahan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang benar-benar mereka hadapi di wilayahnya,” ujar Lis saat membuka Musrenbang Tingkat Kelurahan Bukit Cermin Tahun 2026 dan penyusunan RKPD Tahun 2027, Kamis (29/1).
Lis menjelaskan, sejak 2015 Musrenbang kelurahan telah dilaksanakan sesuai Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, sebagai upaya memetakan kebutuhan mendesak dan menentukan prioritas pembangunan.
Ia meminta seluruh persoalan disusun secara komprehensif, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan hingga pemberdayaan masyarakat.
“Dengan begitu, pembahasan tahun berikutnya lebih fokus pada program yang sudah dan belum direalisasikan. Musrenbang bukan sekadar rutinitas, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Lis juga menyampaikan rencana pembangunan Kantor Kelurahan Bukit Cermin secara bertahap, mengingat jumlah penduduk yang padat dan kondisi kantor yang dinilai sudah tidak memadai.
“Dengan pembangunan ini, masyarakat yang datang akan lebih nyaman menerima pelayanan,” tambahnya.
Pemko Tanjungpinang juga merencanakan realokasi anggaran sekitar Rp600 juta untuk setiap kelurahan pada tahun mendatang.
Anggaran tersebut digunakan untuk menampung aspirasi masyarakat serta program yang bersifat direktif atau politis, namun tetap dikendalikan agar selaras dengan usulan warga yang tercatat dalam bank data pemerintah daerah.
“Musrenbang memberikan panduan yang jelas mana kebutuhan yang mendesak dan mana yang menjadi prioritas,” ujar Lis.
Sementara itu, Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Riono, mengatakan Musrenbang merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Ia mengingatkan agar setiap usulan telah mempertimbangkan aspek teknis. Menurutnya, masih kerap ditemukan usulan infrastruktur yang belum memperhatikan skala bangunan maupun status lahan.
“Setiap usulan akan dikaji berdasarkan skala prioritas dan disesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah. Silakan sampaikan usulan tahun ini, karena tahun berikutnya pembahasan akan difokuskan pada realisasi usulan yang telah diajukan,” ujarnya.
Lurah Bukit Cermin, Ima Rosida, menyampaikan apresiasi atas capaian prestasi kelurahannya di tingkat nasional yang diraih melalui kerja sama tim kelurahan, perangkat Pemko, dan para pemangku kepentingan.
“Dalam Musrenbang ini, masyarakat menyampaikan sebanyak 55 usulan. Semoga seluruh bidang dapat terakomodir dengan baik,” katanya.
Sumber : Diskominfo

