Regalia News – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman tersebut membahas evaluasi kinerja BNN Tahun Anggaran (TA) 2025 serta pemaparan Rencana Kerja TA 2026.
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa realisasi anggaran BNN TA 2025 mencapai 96,89 persen dari total pagu Rp3,21 triliun.
Dukungan anggaran tersebut dinilai berkontribusi signifikan terhadap capaian strategis di bidang pemberantasan, pencegahan, dan rehabilitasi narkotika.
Di bidang pemberantasan, BNN berhasil mengungkap 773 kasus tindak pidana narkotika dengan total 1.214 tersangka.
Barang bukti yang disita meliputi 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, dan 1,2 ton ketamin. Selain itu, BNN juga mengungkap enam perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) narkotika dengan nilai aset sitaan mencapai Rp144,19 miliar.
Pada sektor pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNN membentuk 1.910 Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika serta menetapkan 214 Desa/Kelurahan Bersinar.
Program pemberdayaan alternatif juga dilakukan melalui alih fungsi lahan ganja menjadi lahan kopi di Kabupaten Gayo Lues guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sementara itu, di bidang rehabilitasi, BNN memberikan layanan kepada 14.527 orang dan memperkuat 649 lembaga rehabilitasi mitra.
Atas inovasi rehabilitasi ramah anak, BNN meraih penghargaan dari Kementerian PAN-RB.
Memasuki 2026, BNN menghadapi penurunan anggaran menjadi Rp1,51 triliun atau turun 52,8 persen.
Meski demikian, BNN tetap berkomitmen menjalankan strategi War on Drugs for Humanity melalui program Ananda Bersinar, transformasi digital, dan pemberantasan terintegrasi.
Komisi III DPR RI mengapresiasi kinerja BNN sepanjang 2025 serta menyatakan dukungan terhadap rencana kerja dan usulan penambahan anggaran TA 2026 secara akuntabel.
Kepala BNN RI menegaskan sinergi dengan DPR dan pemerintah daerah menjadi kunci, khususnya dalam pembentukan unit layanan P4GN di wilayah yang belum memiliki kantor vertikal BNN.
Sumber : Humas BNN RI

