Regalia News — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusi nyata dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional, yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Presiden.
Penganugerahan tersebut berlangsung pada momentum Panen Raya Nasional di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), dan disaksikan ribuan petani serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.
Penghargaan diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/PK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian swasembada pangan nasional merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga unsur TNI–Polri.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya sebagai bentuk apresiasi negara atas peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, pengamanan wilayah, serta pendampingan program ketahanan pangan nasional.
Selain Wakapolri, Presiden juga menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada 20 pejabat dan personel Polri yang dinilai konsisten mendukung penguatan ketahanan pangan melalui fungsi pembinaan, pengamanan wilayah, serta pendampingan langsung di lapangan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi amanah bagi Polri untuk terus menjaga konsistensi pengabdian kepada masyarakat.
“Penghargaan ini dimaknai sebagai amanah bagi Polri untuk terus mengawal ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas strategis seperti jagung, agar program yang dicanangkan Presiden berjalan berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, Satgas Ketahanan Pangan Polri mencatat peningkatan produksi jagung nasional sekitar 9 persen atau setara 1,36 juta ton, sehingga total produksi mencapai 16,5 juta ton.
Akselerasi tertinggi terjadi pada kuartal IV melalui optimalisasi lahan seluas 651.196 hektare dengan produksi sekitar 3,47 juta ton.
Selain itu, penyerapan jagung oleh Bulog mencapai 101.713 ton atau 63,8 persen dari target, yang dinilai berkontribusi menjaga stabilitas harga di tingkat petani serta mencegah spekulasi pasar.
Melalui capaian tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir secara profesional dan konsisten dalam mengawal ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sumber : Humas Polri