Regalia News – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam mendorong integritas dan transparansi di berbagai sektor kehidupan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak hanya relevan dalam memperjuangkan kesetaraan gender, tetapi juga sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang bebas dari korupsi.
Perempuan dinilai berada pada posisi krusial sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja.
Nilai kejujuran, keberanian, serta kepedulian sosial yang ditanamkan dan dipraktikkan perempuan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini.
KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan semata tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks ini, perempuan memiliki peran penting melalui pendidikan, advokasi, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menekankan bahwa integritas harus dimulai dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten.
Ia meyakini, integritas seorang pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi lingkungan di sekitarnya.
“Sebagai pimpinan perempuan, saya meyakini integritas pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi timnya. Namun, tantangan menjaga integritas tidak hanya hadir di lingkungan kerja,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).
Yuyuk menambahkan, meskipun budaya integritas telah tertanam di lingkungan KPK, tantangan terbesar justru sering muncul dalam kehidupan pribadi dan sosial.
Di situlah konsistensi antara nilai, ucapan, dan tindakan benar-benar diuji.
Senada, Direktur Jejaring Pendidikan (Jardik) KPK, Dian Novianti, menegaskan bahwa integritas merupakan komitmen yang harus dijalankan setiap saat.
“Menjaga integritas adalah komitmen 24 jam, tujuh hari dalam seminggu. Integritas berarti melakukan hal yang benar meski tidak ada yang melihat,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan seniman Widi Mulia dalam Podcast Kanal KPK. Ia menilai nilai-nilai Kartini tetap hidup dan relevan hingga saat ini.
Menurutnya, Kartini masa kini adalah perempuan yang berani berbagi akses dan menolak praktik korupsi.
“Menjadi Kartini bukan soal menjadi sempurna, melainkan keberanian untuk berkontribusi dan menjaga integritas dalam setiap peran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Widi menekankan bahwa integritas dibangun dari lingkungan paling dasar, yakni keluarga.
Penanaman nilai kejujuran dan tanggung jawab sejak dini akan membentuk karakter antikorupsi yang kuat.
Melalui momentum Hari Kartini, KPK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong peran perempuan sebagai garda terdepan pencegahan korupsi.
Semangat Kartini diharapkan mampu menjadi penggerak menuju Indonesia yang lebih adil, transparan, dan bebas korupsi.
Sumber : Humas KPK RI