Regalia News – Bappelitbang Kota Tanjungpinang melaksanakan Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (Ranwal Renja) Tahun 2027.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Lis Darmansyah di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (23/2/2026).
Dalam arahannya, Lis Darmansyah menegaskan bahwa forum perangkat daerah merupakan tahapan penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah.
Forum ini bertujuan menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan program dan kegiatan masing-masing perangkat daerah.
Sehingga perencanaan yang disusun benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah dan nasional.
Penyusunan Ranwal Renja OPD tahun 2027 harus berbasis pada data, evaluasi kinerja, serta capaian pembangunan yang telah kita raih pada tahun 2025. Saya mengingatkan kembali agar pedomani regulasi yang berhubungan dengan perencanaan.
“Jangan melakukan penyusunan perencanaan hanya berupa kertas kerja saja, namun harus dapat dipertanggungjawabkan. RPJMD dan Renstra OPD telah disusun, jadikan kedua dokumen tersebut sebagai landasan penyusunan Renja,” tegas Lis.
Ia juga meminta agar hasil Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan yang telah dihimpun sesuai bidang dan prioritas dapat disaring serta diteliti kembali secara matang sebelum dituangkan dalam dokumen perencanaan.
Menurutnya, setiap program dan kegiatan harus dirancang secara terstruktur, terencana, terukur, dan dapat dilaksanakan.
Lis menekankan pentingnya indikator kinerja yang terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil (outcome), bukan sekadar output.
Perencanaan, kata dia, harus mampu menjawab permasalahan strategis dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan agar perangkat daerah memperkuat sinergi dan kolaborasi, menghindari tumpang tindih program, serta mengoptimalkan sumber daya melalui pendekatan tematik, holistik, integratif, dan spasial.
Prinsip efisiensi dan efektivitas anggaran juga harus dikedepankan agar setiap rupiah yang direncanakan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Lis turut menegaskan pentingnya keakuratan dan pencermatan dokumen perencanaan agar selaras dengan Renstra perangkat daerah 2025–2029.
Serta mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan Kota Tanjungpinang sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029.
Ia berharap forum tersebut dapat menjadi ruang konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan strategis, baik terkait isu pembangunan, permasalahan daerah.
Maupun arah kebijakan, dalam bentuk usulan program dan kegiatan yang sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan daerah.
Saya menegaskan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang agar hasil forum ini benar-benar ditindaklanjuti secara sungguh-sungguh, menjadi dasar dalam penyempurnaan dokumen Renja perangkat daerah,
“Serta menjadi pedoman dalam penyusunan rencana kerja tahun 2027 dengan tetap mempedomani aturan dan regulasi yang berlaku,” tutup Lis.
Sumber : Diskominfo

