Masyarakat Ingin Perubahan “Demokrasi Yang Bersih” Tidak Munafik

Masyarakat Ingin Perubahan “Demokrasi Yang Bersih” Tidak Munafik

Regalia News – Tahun 2020 adalah Tahun Pilkada dimana –mana selruruh Indonesia akan mengadakan Pilgub ,Pilbup ,Walikota ,persiapan -persiapan telah disiapkan oleh kandidat –kadidat yang akan maju ,untuk turun kedesa – desa kerumah rumah masyarakat dengan bermodal kan janji – janji, sembako,uang,  kekuasaan dijadikan kekuatan untuk menang, akan  menaikan kedudukan dari kasi  jadi kabid dari kabid bisa jadi Kepala Dinas dan bermacam –macam jabatan yang dijanjikan untuk mencari kemenangan  agar bisa memenangi atau mempertahankan Jabatan sebagai pemimpin tertinggi di daerah tersebut

Masyarakat dan Para Tim Sukses Mulai bekerja dan ikut  – ikutan berjanji kepada masyarakat,seperti calon yang mereka usung ,dan seperti mereka pula yang mencalonkan diri sebagai calon ,sungguh ironis,sedangkan Tim –  Tim sukses tersebut hanya pandai – pandai sendiri berjanji,tidak terlatih,tidak mimikirkan apa yang mereka katakan dan mereka janjikan kepada pemilih,yang mereka pikirkan bagaimana caranya Pemimpin yang mereka usung harus menang,kalau kalah fatal jadinya,

Apalagi timnya dari orang orang dalam bisa –  bisa  turun pangkat atau di non Aktifkan sebagai kepala Dinas Atau kasi Kabid,inilah yang selalu terjadi setelah selesai pilkada,janji –  janji seperti inilah yang telah memporak – porandakan kehidupan bermasyarakat melahirkan kebencian, diganti semaunya tidak memikirkan keprofosional pekerja itu, tidak pernah memikirkan akibat kedepannya,akhirnya daerah ini tidak akan pernah maju –maju heboh dengan berpolitik secara kotor,terus menerus melakukannya demi mempertahankan Jabatan atau merebut kekuasaan tersebut konon dengan cara Demokrasi.

Dimana –mana daerah,janji dan uang kuasa, serta sembako dijadikan modal untuk  meraih suara rakyat, konon – konon,demokrasi,demokrasi dijadikan alasan untuk membenarkan perbuatan,demokrasi dijadikan benteng untuk membohong masyarakat,kejujuran dan keadilan diketepikan ,pengajaran politik Munafik dikedepankan agar menang,untuk menjadi seorang pemimpin, kononnya kridibel dan mempunyai legalitas.

Memburukan pribadi lawan sudah dimulai,mantan,korupsi,mantan preman,bermacam mantan akan dijadikan senjata untuk menjatuhkan lawan –lawan politik,satu sama lain tidak pernah duduk semeja secara ikhlas untuk tidak terjadi, membawa masalah pribadi ketika kampanye ,

Untuk menjadi pemimpin itu tujuannya agar rakyat bisa sejahtera dibawah kepimpinan pemimpin itu,bukan untuk bangga – banggaan agar anak,saudara,tim – tim sukses bisa sejahtera setelah calon yang diusung itu menang,atau yang kalah hidup akan susah,pilkada ini dilaksanakan bukan untuk bangga – banggaan,bukan membalas dendam ketika menang,tapi memberi contoh yang baik kepada rakyat agar,rakyat bisa sejahtera dibawah kepimpinan pemimpin tersebut.

Masyarakat hanya mengharapkan kepada KPU,Bawaslu dan penegak hukum agar pilkada ini jadikanlah sebagai pelajaran politik yang berguna dan bermanfaat kepada masyarakat,tegakkan keadilan,tegakan demokrasi,hukum tidak pandang bulu,tindak tegas kepada politik kotor,hukum harus dijalankan, agar demokrasi  yang diamalkan  kedepannya bisa dijadikan model kejujuran dalam melaksanakan disetiap pemilihan dan masyarakat bisa mendapat pemimpin yang  profosional dalam memimpin tidak munafik.

Abdullah Mustafa



This post has been seen 282 times.
Share