Regalia News — Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau, menetapkan enam hingga tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran kapal tanker MT Federal II di galangan PT ASL Marine Shipyard, Batam. Insiden yang terjadi pada 15 Oktober 2025 tersebut mengakibatkan 14 pekerja meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka.
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri.
“Sudah ada tersangka, lebih kurang enam sampai tujuh orang,” ujar Anggoro saat dikonfirmasi di Batam, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, hingga Oktober 2025 penyidik telah memeriksa 43 orang saksi, yang terdiri dari pihak PT ASL Marine Shipyard, saksi ahli, serta pejabat Dinas Tenaga Kerja tingkat kota dan provinsi.
Meski demikian, kepolisian belum mengungkap identitas maupun inisial para tersangka karena proses penyidikan masih berlangsung. “Sementara proses masih berjalan,” katanya.
Anggoro menambahkan, penyidik akan segera memanggil para tersangka untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Hal senada disampaikan Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian. Ia menyebutkan pihaknya belum dapat membeberkan identitas para tersangka karena masih dalam tahap pemeriksaan intensif.
“Untuk lengkapnya mohon waktu, karena masih proses pemeriksaan,” ujarnya.
Kebakaran kapal tanker MT Federal II terjadi saat kapal tersebut sedang menjalani proses docking atau perbaikan di PT ASL Marine Shipyard. Tragedi itu menewaskan 14 pekerja dan menyebabkan 17 orang lainnya luka-luka.
Peristiwa ini merupakan kebakaran kedua yang melibatkan MT Federal II. Sebelumnya, pada Juni 2025, kebakaran serupa menewaskan empat orang dan melukai lima orang lainnya.
Dalam kasus tersebut, tiga subkontraktor telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam.
Selain itu, kecelakaan kerja kembali terjadi di PT ASL Marine Shipyard pada Selasa (30/12), ketika seorang pekerja meninggal dunia akibat tersengat listrik. Polresta Barelang masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut.
Sumber : Humas Polresta Barelang

