Regalia News – Aparat kepolisian berhasil mengamankan pelaku penganiayaan terhadap nenek Saudah (68), warga Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Korban sebelumnya dilaporkan menjadi korban kekerasan setelah menolak aktivitas penambangan emas tanpa izin di atas lahan miliknya.
Pelaku berinisial IS (26) telah ditangkap dan diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
“Pelaku sudah ditangkap. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelakunya satu orang, yaitu IS, dan masih memiliki hubungan kerabat dengan nenek Saudah,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya, Selasa (6/1/2026).
Susmelawati menjelaskan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa peristiwa penganiayaan tersebut dipicu oleh konflik tanah kaum, bukan secara langsung berkaitan dengan aktivitas penambangan emas ilegal.
“Bukan soal penambangan emas ilegal. Dari hasil penyelidikan sementara yang disampaikan Kapolres, ini karena konflik tanah kaum,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa petugas tidak menemukan alat berat penambangan di lokasi kejadian. Meski demikian, kasus ini menjadi perhatian serius kepolisian karena melibatkan tindak kekerasan terhadap seorang lanjut usia.
“Kasus ini menjadi atensi Pak Kapolda. Kami serius menanganinya,” kata Susmelawati.
Sebelumnya, nenek Saudah dilaporkan mengalami penganiayaan hingga pingsan di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, setelah menolak aktivitas penambangan emas ilegal di lahannya. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Anak korban, Iswadi Lubis (45), mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi pada Kamis malam (1/1/2026).
Saat itu, ibunya mendapat informasi bahwa lahannya di Jorong Lubuak Aro, Nagari Matinggi Utara, akan dimasuki penambang emas ilegal.
“Ibu saya pergi ke lokasi, tapi di tengah perjalanan dilempari batu dan dipukuli sampai pingsan,” kata Iswadi.
Menurut Iswadi, ibunya telah lama menolak segala bentuk aktivitas penambangan emas ilegal di lahan tersebut. Penolakan itu diduga menjadi pemicu terjadinya penganiayaan.
Hingga kini, nenek Saudah masih menjalani perawatan medis di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, akibat luka di wajah dan memar di beberapa bagian tubuh.
Sumber : Humas Polda Sumatera Barat

