Regalia News – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian proyek revamping ammonia Pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (29/1).
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Polri dan PT Pupuk Indonesia terkait pendistribusian pupuk ke petani.
Sigit menyampaikan, revamping pabrik ini mampu meningkatkan efisiensi produksi pupuk antara 10 hingga 16 persen.
“Alhamdulillah hari ini kami dapat mendampingi Ketua dan Menteri Pertanian meresmikan revamping di PT Kaltim. Ini artinya negara bisa melaksanakan efisiensi dalam produksi pupuk,” ujarnya.
Terkait MoU, Sigit menjelaskan, kerja sama tersebut bertujuan agar distribusi pupuk tepat sasaran dan sampai ke tangan petani yang membutuhkan.
“Kami melaksanakan penandatanganan MoU untuk pendistribusian pupuk, sehingga pupuk betul-betul bisa tepat sasaran sampai masyarakat petani,” jelasnya.
Sigit menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam distribusi pupuk. Menurutnya, keterlambatan satu minggu dapat menurunkan produktivitas dan menimbulkan kerugian nasional hingga ratusan triliun rupiah.
Dengan distribusi yang tertib, produktivitas petani diharapkan meningkat dan mendukung swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kapolri juga menegaskan seluruh jajaran kepolisian diminta untuk maksimal mengawal proses pendistribusian pupuk di seluruh Indonesia.
“Kami akan melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya agar distribusi pupuk tepat sasaran, produktivitas petani optimal, dan pencapaian swasembada pangan bisa berjalan maksimal,” tutup Sigit.
Sumber : Humas Polri