Regalia News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerukan pentingnya penguatan persatuan dan perdamaian kawasan saat menghadiri sesi pleno KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Jumat (8/5/2026).
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.
Menurut Presiden Prabowo, negara-negara ASEAN harus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga solidaritas, stabilitas, dan budaya dialog demi menciptakan kawasan yang damai dan harmonis.
“Kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menilai konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak negatif bagi masyarakat serta menghambat pembangunan kawasan.
Karena itu, ASEAN diminta terus mengedepankan kerja sama dan dialog sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.
Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita.
“Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tuturnya.
Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi ASEAN agar tidak terpengaruh arus rivalitas geopolitik global yang berpotensi memecah persatuan kawasan.
“Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN memperkuat budaya damai dan kolaborasi di tengah meningkatnya tantangan global.
Ia berharap ASEAN dapat menjadi contoh kawasan yang stabil dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.
Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan.
“Tetapi juga harus kita majukan agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian.”
Sumber : Setkab RI