Regalia News – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Pada tahap pertama, sebanyak 711 unit huntara dibangun di lima kecamatan berdasarkan hasil validasi data yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Kolonel Infanteri Hery Setiono, mengatakan pembangunan tahap pertama ini diperuntukkan bagi warga dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut akibat bencana banjir.19 Januari 2026
“Pembangunan huntara tahap pertama difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Hery.
Sebanyak 711 unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Seunuddon 135 unit.
Di Kecamatan Seunuddon, pembangunan tahap pertama saat ini berlangsung di Desa Ulee Rubek Timur dengan total 84 unit. Huntara dibangun di atas lahan seluas sekitar 14.000 meter persegi yang sebelumnya merupakan lapangan sepak bola desa.
Pembangunan dilakukan dalam bentuk 16 kopel yang masing-masing terdiri dari lima unit serta satu kopel berisi empat unit.
Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak, dengan teras keluarga berukuran 4,8 x 3,6 meter dan kamar mandi berukuran 1,2 x 1,2 meter.
Selain itu, hunian dilengkapi fasilitas sanitasi, sumur bor untuk penyediaan air bersih, serta sistem pembuangan limbah sederhana guna menjaga kesehatan lingkungan.
Hery menambahkan, setelah pembangunan tahap pertama rampung, BNPB akan kembali melakukan pembaruan dan validasi data.
Jika masih ditemukan kebutuhan tambahan, pembangunan huntara akan disesuaikan dengan hasil pendataan lanjutan.
Sebagai bentuk fleksibilitas selama masa transisi menuju hunian tetap, BNPB juga memberikan pilihan kepada warga terdampak untuk tinggal sementara bersama keluarga atau kerabat dengan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan.
BNPB menargetkan pembangunan huntara tahap pertama dapat selesai dan mulai dihuni pada akhir Januari 2026, sehingga warga terdampak dapat menempati hunian yang lebih layak menjelang bulan suci Ramadan.
Pembangunan huntara ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, serta komponen masyarakat di Kecamatan Seunuddon.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mendorong pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Berdasarkan data BNPB per 15 Januari 2026, dari 27 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, telah diproses pembangunan 4.404 unit huntara, penyaluran DTH kepada 4.840 kepala keluarga.
Rencana pembangunan hunian tetap (huntap) in-situ sebanyak 4.569 unit, serta huntap relokasi sebanyak 635 unit.
Pemutakhiran data terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat guna memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sumber : Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

