Regalia News – Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui percepatan transisi menuju energi bersih dan terbarukan.
Hal tersebut disampaikan saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa energi merupakan sektor strategis bagi keberlangsungan negara, selain pangan.
Ia menegaskan, Indonesia harus mampu mandiri untuk tetap kuat dan berdaulat di tengah dinamika global.
“Negara sebesar kita, kalau masih mau merdeka dan bertahan, kita harus mandiri. Energi adalah bidang yang sangat menentukan,” ujar Presiden.
Di tengah ketidakpastian global, Presiden optimistis Indonesia memiliki sumber daya energi melimpah. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong pengurangan ketergantungan pada energi fosil dengan beralih ke listrik dan energi terbarukan.
Program elektrifikasi dinilai menjadi kunci untuk menekan penggunaan bahan bakar berbasis karbon.
Presiden juga mengungkapkan rencana pembangunan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt dalam waktu relatif singkat.
Program tersebut akan disertai penghentian bertahap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
“Dengan menutup PLTD, kita bisa menghemat 200 ribu barel per hari atau sekitar 20 persen dari impor saat ini yang mencapai 1 juta barel per hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemerintah menargetkan pengurangan signifikan hingga penghentian impor bahan bakar minyak dalam beberapa tahun mendatang.
Pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya domestik, seperti kelapa sawit dan limbah minyak goreng untuk bahan bakar ramah lingkungan, juga terus didorong.
Presiden optimistis, melalui strategi tersebut, Indonesia mampu mencapai kemandirian energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional dan mendorong ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Sumber : Setkab RI