Regalia News – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memberantas peredaran narkoba secara masif dan terstruktur.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Ditresnarkoba di halaman Apel Polda Sumbar, Selasa (3/3/2026).
Mahyeldi menyoroti bahwa Sumatera Barat kini bukan lagi sekadar tempat perlintasan atau tujuan konsumsi, melainkan telah ditemukan indikasi adanya aktivitas produksi narkoba.
“Ini membuktikan bahwasanya kita bukan hanya tempat peredaran, sudah ada untuk produksi. Maka dari itu, kita harus bersinergi dan terkoordinasi,” tegasnya.
Dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba, Mahyeldi mendorong penguatan pengawasan hingga ke tingkat Nagari.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan perangkat Nagari sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini peredaran barang terlarang tersebut.
Pemprov Sumbar, lanjutnya, telah mengirimkan surat kepada Kementerian Dalam Negeri guna mengoptimalkan peran unsur pemerintahan di tingkat Nagari melalui regulasi yang lebih efektif.
Selain itu, Pemprov juga mendorong implementasi program “Bersinar” (Bersih Narkoba) dari BNN agar bergerak dari akar rumput.
Mahyeldi mengingatkan bahwa ancaman narkoba sangat nyata terhadap masa depan bangsa. Jika tidak segera ditangani secara serius, target Indonesia mewujudkan Generasi Emas 2045 dapat terancam.
Menutup pernyataannya, Mahyeldi mengapresiasi kerja sama antara Polda Sumbar, BNN, LKAAM, serta instansi vertikal lainnya, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
Dirresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol. Wedy Mahadi menegaskan pihaknya siap mengawal arahan tersebut dengan memperkuat sinergi hingga ke tingkat Nagari, termasuk menindak tegas indikasi titik-titik produksi narkoba di wilayah Sumatera Barat.
Sumber : Humas Polda Sumbar