Regalia News – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas capaian standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini telah memproduksi sekitar 4,5 miliar porsi makanan bagi para penerima manfaat.
Ia menilai teknologi pengujian keamanan pangan yang digunakan dalam program tersebut memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Kepala negara mengapresiasi berbagai perangkat yang digunakan, mulai dari sistem penyaringan air, sterilisasi ultraviolet untuk peralatan makan, hingga perangkat food safety test produksi dalam negeri.
Tadi, saya lihat alat-alat yang digunakan, dirintis oleh Kepolisian. Ada filter air, ada ultraviolet untuk membunuh bakteri di tray makanan.
“Ada food security test, food safety test yang diproduksi di dalam negeri yang tidak kalah dengan kualitas dunia,” ujar Presiden.
Menurut Presiden, produksi pangan merupakan fondasi peradaban bangsa sekaligus kebutuhan harian yang menentukan kelangsungan hidup masyarakat. Karena itu, aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG.
Dari total 4,5 miliar porsi yang telah diproduksi, Presiden menerima laporan sekitar 28.000 penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan seperti sakit perut yang diduga akibat keracunan.
Namun secara statistik, angka tersebut dinilainya sangat kecil, yakni sekitar 0,0006 persen atau setara tingkat keberhasilan 99,999 persen.
Meski menyebut capaian tersebut, berdasarkan laporan awal, lebih baik dibandingkan sejumlah negara di Eropa dan Jepang, Presiden tetap mengingatkan jajarannya agar tidak berpuas diri dan terus menjaga standar keamanan menu MBG hingga sampai ke tangan masyarakat.
Sumber : Humas Polri