Regalia News – Dewan Pers mengapresiasi sikap keterbukaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menerima kritik dari masyarakat. Sikap tersebut dinilai mencerminkan perubahan positif, di mana Polri semakin adaptif dan responsif terhadap masukan publik.
Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menyatakan bahwa tidak banyak institusi negara yang bersedia menerima kritik secara terbuka sebagaimana yang ditunjukkan Polri saat ini. Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik.
“Kami menyampaikan begini, memang tidak banyak institusi yang rela dikritik. Saya lihat Pak Kapolri dan jajaran, walaupun pedas kritik ini satu hal yang biasa cukup baik dan mudah-mudahan bisa ditiru juga oleh lembaga-lembaga lain,” ujar Totok di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).
Totok mengungkapkan, Dewan Pers telah beberapa kali melakukan audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Polri akan selalu berkoordinasi dengan Dewan Pers apabila menerima pengaduan perkara yang berkaitan dengan kerja jurnalistik.
Ia menilai, koordinasi tersebut kini telah berjalan hingga ke tingkat daerah. Para penyidik di level polres dan polda disebut semakin memahami mekanisme penanganan perkara pers sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Sekarang para penyidik di level polres, bahkan polda, itu selalu berkoordinasi dengan Dewan Pers manakala ada kasus yang kira-kira ada unsur wartawannya,” jelas Totok.
Sepanjang tahun 2025, Dewan Pers mencatat hampir 300 permintaan keterangan ahli pers dalam proses penyelidikan dan penyidikan perkara.
Angka tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya penghormatan Polri terhadap kebebasan pers dan mekanisme penyelesaian sengketa pers.
Selain itu, Totok juga mengapresiasi tema besar Polri tahun 2025, Polri untuk Masyarakat. Tema tersebut dinilai mencerminkan komitmen Polri dalam mengubah paradigma pelayanan agar semakin dekat dan berpihak kepada masyarakat.
“Kalau Polri bisa melaksanakannya secara konsisten, maka Polri akan betul-betul menjadi polisi untuk masyarakat,” pungkasnya.
Sumber : Humas Polri