Regalia News — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kerja resmi Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/8/2025).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka annual consultation meeting Indonesia–Malaysia, sebuah forum tahunan tingkat tinggi yang terakhir kali dilaksanakan pada 2017 di Kuching, Sarawak.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi tonggak penting untuk memperbarui agenda strategis dan memperkuat fondasi hubungan kedua negara serumpun.
Menurutnya, mekanisme konsultasi tahunan ini memungkinkan Indonesia dan Malaysia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kerja sama yang telah terjalin, sekaligus merumuskan langkah konkret menghadapi dinamika kawasan maupun isu global.
Pertemuan hari ini tidak hanya berfokus pada isu bilateral, tetapi juga pada tantangan regional di Asia Tenggara serta dinamika global yang menuntut kerja sama erat antarnegara.
‘Beberapa kemajuan yang menonjol, antara lain terkait perundingan batas wilayah dan penurunan signifikan kasus penangkapan nelayan di perairan perbatasan,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangannya.
Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, kedua pemimpin membahas berbagai sektor kerja sama, mulai dari perdagangan dan investasi, pendidikan, tenaga kerja migran, hingga keamanan maritim.
Mereka juga menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional, termasuk perdagangan manusia dan penyelundupan narkoba.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia harus terus dibangun di atas asas persaudaraan dan kesejahteraan bersama.
“Kita berasal dari rumpun yang sama, berbagi sejarah dan budaya yang erat. Karena itu, persahabatan Indonesia dan Malaysia harus sangat kuat dan berorientasi pada kepentingan rakyat kedua negara,” tegasnya.
Sementara itu, PM Anwar Ibrahim menyambut baik komitmen tersebut. Ia menekankan bahwa Malaysia dan Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan geopolitik untuk menjaga stabilitas serta menjadi motor penggerak integrasi ASEAN.
“Hubungan Kuala Lumpur dan Jakarta adalah fondasi penting bagi kekuatan kawasan. Dengan saling percaya dan bekerja sama, kita dapat menghadapi tantangan global dengan lebih solid,” tutur Anwar.
Pertemuan konsultasi tahunan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah perundingan teknis, khususnya terkait delimitasi perbatasan darat dan laut, serta peningkatan perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Kedua negara juga menyatakan tekad untuk terus meningkatkan arus perdagangan dan investasi dengan target pertumbuhan yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan hasil-hasil positif tersebut, diharapkan hubungan Indonesia–Malaysia akan semakin kokoh, bukan hanya di tingkat pemerintahan, tetapi juga dalam mempererat ikatan antarmasyarakat kedua bangsa.
Sumber : Setkab RI