Gunakan Pantun Sebagai Penghubung Yang Santun

Gunakan Pantun Sebagai Penghubung Yang Santun

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk saling berhubungan. Bahasa juga bisa menunjukkan seberapa hebatnya seseorang dan seberapa luasnya ilmu yang dia miliki. Bahkan hanya dengan sepenggal kata-kata yang diucapkan oleh seseorang, kita sudah bisa melihat sedalam dan setinggi apa ilmu yang dimilikioleh orang tersebut. Bahasa ada banyak macamnya, seperti bahasa verbal, non verbal, bahasa tubuh, bahasa isyarat dan masih banyak lagi. Selain itu bahasa adalah alat untuk pemersatu bangsa. Dan sebagai negara berdaulat Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuannya.

Bahasa sering dikaitkan dengan sastra. Sastra yang baik adalah sastra yang memiliki kata-kata yang sangat indah dan memiliki makna yang mendalam. Selain itu sastra yang baik adalah sastra yang mampu untuk menarik minat seseorang dalam membacanya. Bahasa memegang peranan penting dalam penyusunan sastra yang akan dibuat, sehingga nantinya sastra tersebut bisa diterima di tengah-tengah masyarakat.

Jika berbicara mengenai bahasa Indonesia maka akan kita jumpai bahwa bahasa Melayu adalah pucuk dari penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa Melayu diadaptasi menjadi bahasa Indonesia yang dipakai disemua wilayah Indonesia dari Sabang samapi Merauke bahkan sampai keluar negeri semua kata-kata yang dipakai dalam Bahasa Indonesia, mengadaptasi dari bahasa Melayu. Walaupun ada sedikit perubahan tetap saja bahasa Indonesia yang dipakai saat ini menganut dari cara dan tata bahasa Melayu.

Jika kita telah mengerti seberapa penting bahasa Melayu dalam tatanan bahasa Indonesia maka kita telah bisa melihat lebih jauh mengenai apa saja sastra yang terdapat di daerah melayu. Banyak sekali sastra yang berada di daerah melayu seperti gurindam, syair, pantun dan masih banyak lagi. Dan hampir semua sastra yang ada di melayu sudah terkenal kemana-mana sampai ke luar negeri. Hal ini dikarenakan sastra yang ada di melayu memilki makna yang sangat mendalam dengan kata-kata indah yang membuat banyak orang semangat untuk membacanya.

Salah satu karya sastra yang terkenal dari daerah melayu khususnya di provinsi Kepulauan Riau adalah pantun. Jika dilihat dan dipelajari pantun telah banyak tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. Namun ada yang berbeda antara pantun dari tanah melayu dan yang berasal dari wilayah lain, Perbedaan nya adalah penggunaan kata-katanya didalam pantun tersebut. Pantun yang berasal dari daerah melayu memiliki penggunaan bahasa yang sangat indah dan dekat dengan kesehariaan dan kearifan lokal masyarakat setempat. Hal ini berbanding jauh dengan pantun yang berasal dari wilayah lain, bahkan pantun yang sering digunakan dalam acara-acara tv contoh pantun yang tidak baik.  Mengapa demikian? bisa dilihat bahwa pantun yang sering dipakai dalam acara-acara tv tidak memiliki struktur yang jelas dan terkesan asal-asalan yang penting bisa membuat orang tertawa.

Pantun yang memiliki fungsi utama sebagai pembuka kata sepertinya sudah sangat jarang digunakan. Bahkan pantun yang ada saat ini bisa dikatakan sebagai asal jadi saja. Dan juga penggunaaan kata-kata nya banyak menggunakan kata-kata yang tidak sopan dan kasar bahkan sampai menghina seseorang. Dan juga pantun yang digunakan hanya untuk bercanda-candaan yang sangat bertolak belakang dengan fungsi utama dari pantun yang digunakan untuk mencairkan suasana dan pembuka kata suatu hajat yang ingin disampaikan.

Sebenarnya penggunaan pantun yang sering dipakai bisa membuat citra pantun dapat diminati dan bisa membuat orang semakin mencintai dan menggemari menggunakan pantun, tetapi apabila pantun hanya digunakan untuk mengejek, menghina, dan mencela orang lain, maka kesan orang terhadap pantun dan hancur dan menyepelekan pantun itu sendiri.

Tata cara dan syarat membuat pantun yang baik dan benar sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan seperti Dalam satu bait pantun, terdiri dari empat baris kalimat, Dua baris pertama harus berupa sampiran,dua baris selanjutnya (dua baris akhir) berupa isi atau pesan yang ingin disampaikan, Jumlah suku kata baiknya 8 – 12 suku kata dalam tiap barisnya, Pantun harus bersajak / berima a-b-a-b. Dan yang terpenting pantun harus memiliki makna atau maksud untuk mengucapkan sesuatu hal.

Dan jika melihat tayangan yang ada di televisi saat ini yang menggunakan pantun seenaknya saja, maka dapat dikatakan bahwa para artis yang ada di Televisi telah melakukan penyalahgunaan pantun. Penyalahgunaan disini bisa dilihat dari pilihan kata yang sembarangan, tidak sesuai dengan tata cara pembuatan dan terakhir bertujuan untuk menghina atau merendahkan fisik seseorang. Berikut contoh pantun yang salah :

Beli Sekoteng ketemu pocong

Lu jangan sok ganteng, muka lu berminyak kayak KUAH LONTONG

Pantun diatas adalah contoh pantun yang sering digunakan diacara-acara komedi yang tayang televisi saat ini. Dan bahaya nya ini dilakukan secara terus-menerus setiap hari dan disiarkan secara langsung. Bukankah hal ini bisa berbahaya ? Bahaya yang pertama tentu pantun dianggap rendah karena orang yang belum paham tentang esensi dari pantun mneganggap pantun hanya untuk menghina orang, bahaya yang kedua adalah pantun yang identik dengan kebudayaan Melayu, secara tidak langsung menganggap semua pantun yang ada di televisi berasal dari Daerah Melayu , yang nyata nya pentun tersebut sama sekali bukan berasal dari daerah Melayu, dan bahaya yang ketiga, apabila banyak anak-anak yang melihat acara tersebut serta melihat artis yang satu menghina artis yang lain, maka ditakutkan anak-anak Indonesia memliki sifat suka menghinadan merendahkan teman- teman sekolanya ataupun teman-teman bermainnya yang ada dirumah.

Sebenarnya apabila hanya untuk menghibur dan membuat orang tertawa, ada sebuah pantun yang bernama Pantun Jenaka yang memang dibuat untuk menghibur orang lain dan membuat orang lain tertawa lepas tanpa membuat orang merasa terhina ataupun direndahkan dengan sebuah pantun yang sembarangan dalam proses pembuatan dan maknanya.

Terakhir semua kembali lagi kepribadi masing-masing, apabila pihak televisi dan para artis tidak mau berubah untuk menggunakan pantun dengan cara yang lebih baik, maka tinggal para orang tua yang menjaga dan mendampingi anak-anaknya dalam melihat tayangan ditelevisi yang tidak beredukasi tersebut. Mungkin cara mencegah nya yang baik juga bisa dilakukan oelh guru-guru Bahasa Indonesia yang ada disekolah sekolah, supaya mengedukasi siswa untuk betul-betul menggunakan pantun yang sewajarnya dan bermanfaat untuk orang lain.

Yang tidak kalah penting masyarakat harus diberikan edukasi yang baik agar menjadikan sastra sebagai suatu hal yang digunakan dalam keseharian sehari-hari. Dan juga masyarakat sangat perlu diberikan edukasi mengenai bagaimana cara membuat dan cara penggunaan pantun yang baik sehingga karya sastra yang satu ini tidak disalahgunakan yang malah digunakan untuk menghina orang lain dan hanya untuk menjadi bahan percandaan saja. Dan terkahir saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun.

Bermain Gitar memetik senar

Mainnya sambil memakan buah naga

Gunakanlah Pantun secara baik dan benar

Supaya Kebudayaan Melayu tetap terjaga .

Oleh: Amdaly Husnul

Mahasiswa Stisipol Raja Ali Haji Tanjungpinang






This post has been seen 650 times.
Share